Siti Fackrunisah
Juara Karate se-Asia Pasifik
Oleh: Maulidar Yusuf
Mahasiswi IAIN AR-Raniry
Awal tahun 2012, prestasi perempuan Aceh terus mewarnai kancah Internasional. Pada edisi 53 kali ini tim POTRET berhasil menemui seorang atlit perempuan yang baru saja kembali dari Thailand untuk mengikuti perlombaan karate se-Asia Pasifik. Inilah bukti bahwa perempuan Aceh adalah perempuan yang tangguh diberbagai bidang. Seperti pada gadis kelahiran Banda Aceh, 1 Oktober 1993 ini. Prestasi baginya adalah hal yang terpenting dalam hidup. Prestasilah yang membuatnya tak pernah pantang menyerah dan terus berusaha untuk lebih maju.
Siti Fackrunisah. Menjadi perempuan adalah takdir bagi Siti Fackrunisah, namun untuk menjadi seorang yang berprestasi adalah pilihan hidup bagi dara kelahiran pasangan Muhammad Fadzil dan Dili Damayanti ini. Saat ditemui oleh tim POTRET beberapa hari yang lalu perempuan yang masih berstatus mahasiswa tingkat pertama di Fakultas Tehnik Elektro ini mengungkapkan banyak hal mengenai dirinya, salah satunya mengenai prestasi di bidang karate yang telah dia geluti sejak berada di Sekolah Dasar. Karate adalah seni perkasa untuk membina kepribadian melalui latihan, sehingga karateka dapat mengatasi setiap tantangan nyata maupun tidak nyata.
Kesan ramah, cantik, dan bersahabat inilah yang tampak saat Tim POTRET mengajak Icha, nama sapaan Siti Fackrunisah, untuk berbagi kepada team POTRET karena prestasinya yang luar biasa. Berikut ini cuplikan wawancara tim POTRET bersama Icha.
[P] Sejak kapan mulai tertarik dengan olahraga Karate? Apa alasan Icha bisa memilih karate?
[I] Sebenarnya sudah sejak berada di kelas dua SD, Icha bergelut di bidang karate. Awalnya atas saran paman. Paman anjurin Icha belajar Ilmu Bela Diri, cabang apa saja boleh. Akhirnya Icha milih karate aja, ya.. sejak umur tujuh tahun. Ketika itu, dua bulan latihan, sudah ikut pelombaan karate untuk memperebutkan piala Walikota Banda Aceh tahun 2002. Selanjutnya ikut lagi karate tingkat daerah dan Alhamdulillah terus dapat juara 1 atau 2. Hingga akhirnya lulus untuk seleksi tingkat nasional, kalau ditingkatan nasional mula-mula memang nggak ada hasil, tapi untuk yang berikutnya Icha juara-juara terus. Bahkan akhirnya terpilih untuk tingkat Asia Pasifik. Nih, bulan Maret kemarin Icha baru pulang dari Thailand.
[P] Wow, luar biasa, gimana nih pengalamannya selama mengikuti kompetisi karate di Thailand?
[I] Icha nggak menyangka sama sekali akan bertarung di tingkat internasional. Waktu itu memang setelah mengikuti beberapa seleksi, Icha lewat dan berangkat ke Thailand. Di sana tantangannya luar biasa sekali. Pertama lihat lawan aja Icha udah mulai ciut sedikit, karena Icha merasa nggak seberapa waktu liha tpostur lawan. Ada yang dari Iran, posturnya tinggi, besar lagi. Tapi akhirnya ketika pertandingan di keesokan harinya, Icha tanamin dalam hati “Pede..pede..pede..” Icha pasti bisa! Dan Alhamdulillah dapat juara II..
[P]Bagi Icha apa yang menarik dari karate? Sampai-sampai Icha bisa bertahan sejak Sekolah Dasar,bahkan sampai di bangku perkuliahan Icha masih punya komitment di karate?
[I] Hal yang buat Icha bisa bertahan di olahraga karate, itu karena keinginan untuk berkarate itu timbulnya dari hati Icha sendiri, bukan paksaan orang tua ataupun orang lain, bahkan orang tua mendukung sekali Icha untuk berkarate. Di rumah saja ayah udah siapin tempat khusus untuk Icha latihan. Selain itu, Icha juga merasa nyaman sekali dengan karate, seru aja. Apalagi Icha selalu mendapat teman baru selama mengikuti perlombaan, disamping suasana baru juga. Hal yang paling membuat Icha bertahan adalah prestasi. Prestasi yang nggak pernah absent, buat Icha terus semangat. Sebelumnya Icha juga sering mendapat juara di bidang renang juga.
[P] Untuk pengaturan waktu, bagaimana cara Icha mengatur waktu untuk kuliah, belajar, latihan, dan bahkan untuk main-main juga?Bukankah untuk bisa jadi juara kita pasti butuh latihankan?
[I] Untuk jadwal latihan, selain dari jadwal yang sudah disediakan oleh pelatih, biasanya jika hampir dekat dengan pertandingan Icha latihan 3 kali dalam sehari. Kayak makan aja tuh, pagi sebelum sekolah lalu karena Icha sering ya duduk dikelas inti, Icha sering ada kelas tambahan atau les, jadi pulangnya sore dan Icha latihan lagi setelah pulang les, dan malam setelah isya.
Kegigihan Siti Fackrunisah memang patut diberikan jempol, selain prestasi di bidang olah raga, Siti Fackrunisah juga tidak pernah meninggalkan konsentrasi di bidang akademik. Hal ini terbukti selama Icha berada di SMU Negeri 3 Banda Aceh, Icha sering mendapat peringkat 3 besar di kelas. Saat ditanyai apakah ada kendala Siti Fackrunisah selama menjalani aktivitas atlit dan pelajar, Siti Fackrunisah menjawab:
[I] Sebenarnya tidak ada, tapi repot aja sedikit kalau ada jadwal ujian yang beradu dengan pertandingan, tapi Alhamdulillah selama di SMU guru-guru beri Icha kesempatan ikut susulan karena mereka tahu kalau Icha atlit dan mereka juga memberikan dukungan.
[P] Apa rahasia Icha hingga bisa terus memiliki pretasi? Bagi donk rahasia suksesnya sama kita semua
[I] Bagi Icha hal yang paling penting itu adalah kita menikmati saja setiap aktivitas kita dan lakukan sesuatu sesuai dengan jadwal. Kalau Icha jadwal yang pelatih kasih buat Icha, itu menjadi patokan latihan. Lalu untuk belajar dan buat tugas Icha seringnya bangun jam 4 pagi buat ngerjainnya. Giat aja dalam semua hal dan juga selalu dapatkan dukungan dari orang-orang terdekat seperti orang tua.
[P] Sebagai seorang atlit perempuan. Apa saran Icha buat perempuan-perumpuan, untuk di Aceh khususnya?
[I] Perempuan harus terus maju! Mereka punya banyak potensi, untuk itu jangan lengah. Mari kita terus berusaha untuk bisa berkembang di segala bidang, termasuk olah raga. Apalagi di Aceh sangat jarang ada atlit dari kalanagan perempuan.
[P] Nah, untuk edisi kali ini POTRET memiliki tema “Punk di Negri Syariah”. Bagaimana pandangan Icha terhadap mereka?
[I] Mereka itu potensial, tapi kurang terkontrol. Kalau bisa mereka terus diberikan arahan, dibina seperti dikumpulkan di sebuah yayasan, lalu diberi nasehat dan pelajaran-pelajaran. Agar mereka tidak mengotori keindahan kota Banda Aceh. Sebenarnya mereka bagus, kreatif, dan memilki potensi. Icha pernah lihat di sebuah acara yang ada mereka, mereka itu rajin loh waktu beres-beres dan bantu-bantu untuk persiapan acara, hanya saja mereka perlu arahan yang lebih jelas agar kegiatan-kegiatan mereka bermanfaat.
Siti Fackrunisah, saat ini sudah menyandang DAN 1 Sabuk Hitam di Makassar Tgl 11 Januari 2009 dengan Aliran GOJUKAI, dan juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan karate pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau.
BIODATA
Nama: Siti Fackrunisah
TTL: Banda Aceh, 1 Oktober 1993
Pekerjaan : Mahasiswa FT. Elektro UNSYIAH
Alamat : Jln. T. Hamzah Bendahara No.34 Kuta Alam Banda Aceh
NamaOrangTua :
Ayah: Muhammad Fadzil
Ibu :Dili Damayanti
DAFTAR PRESTASI
Tahun 2011 :
· Juara 2 KATA Perorangan Putri Kejuaraan ASIA PASIFIC GOJU-KAI KARATE-DO CHAMPIONSHIPS THAILAND 2011
· Juara 2 KATA BUNKAI KUMITE PUTRI Kejuaraan ASIA PASIFIC GOJU-KAI KARATE-DO CHAMPIONSHIPS THAILAND 2011
· Lolos KEJURNAS KARATE PRA-KUALIFIKASI PON XVIII BATAM 2011
Tahun 2010 :
· Juara 2 KATA PERORANGAN PUTRI O2SN Tingkat Nasional Jakarta
· Juara 1 KATA PERORANGAN PUTRI PORPROV Bireun
· Juara 1 KATA KADET PUTRI Cawan Irwandi Yusuf Open Karate Championship 2010
· Juara 1 KATA PERORANGAN PUTRI O2SN Tingkat PROVINSI NAD
Tahun 2009 :
· Juara 3 KATA PERORANGAN PUTRI O2SN Tingkat Nasional Jakarta
· Juara 1 KATA KADET PUTRI PialaWadokaiNanggroe Aceh Darussalam
· Juara 3 KADET KUMITE PUTRI -53 kg PialaWadokaiNanggroe Aceh Darussalam
· Juara 1 KATA PERORANGAN PUTRI O2SN Tingkat PROVINSI NAD
Tahun 2007 :
· Juara 2 KATA PERORANGAN PUTRI PORSENI Tingkat Nasional Makassar
· Juara 1 KATA PERORANGAN PUTRI PORSENI Tingkat PROVINSI NAD
· Juara 3 KUMITE PERORANGAN PUTRI SOETRISNO BACHIR CUP Open Tournament Junior Karate-Do Gojukai Indonesia
Tahun 2006 :
· Juara 3 KATA PERORANGAN PUTRI PORSENI Tingkat Nasional Yogyakarta
· Juara 1 KATA PERORANGAN PUTRI PORSENI Tingkat PROVINSI NAD
Awal Prestasi KARATE
Tahun 2002 :
· Juara 3 KUMITE PUTRI Kejuaran Daerah Karate Junior PialaWalikota Banda Aceh I
Tahun 2003 :
· Juara 2 KUMITE PUTRI Kejuaran Daerah Karate Junior PialaWalikota Banda Aceh II
Awal Prestasi Nasional di Renang
Tahun 2003 :
· Juara 1 Renang Putri POR USIA DINI SD 2003 PROV NAD
· Mewakili Aceh mengikuti Lomba/ Pertandingan Olahraga Siswa Sekolah Dasar Tingkat Nasional 2003
Tahun 2004 :
· Juara 1 Renang Putri POR USIA DINI SD 2004 PROV NAD
· Mewakili Aceh mengikuti Lomba/ Pertandingan Olahraga Siswa Sekolah Dasar Tingkat Nasional 2004
Tingkatan Di Karate
Tahun 2005 :
· Menyandang DAN 1 SabukHitamdi Jakarta Tgl 18 Desember 2005 Aliran INKANAS
Tahun 2009 :
· Menyandang Dan 1 Sabuk Hitam di Makassar Tgl 11 Januari 2009
Aliran GOJUKAI







