• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Menggapai Mimpi Jadi Penulis Kreatif

E-mail Print PDF

Tips Menulis

Menggapai Mimpi Jadi Penulis Kreatif

Oleh: Sukron Makmun

Berdomisili  di desa Kebulusan RT 13/03, Kec. Pejagoan Kebumen, Jawa Tengah

Menjadi penulis? Ehm kayak apa ya rasanya? Kata yang sudah malang melintang di jagat kepenulisan baik menulis buku atau artikel di media cetak sih, rasanya biasa saja. Walaupun banyak juga yang pada akhirnya berterus-terang, jika dengan menulis mereka bisa lebih dikenal orang, apalagi jika karyanya sudah masuk media cetak.

Nah, sobat Potret, popularitas itu hanya salah satu “berkah” menulis. Masih banyak lagi hal-hal lain yang bisa kita rasakan gara-gara kita rajin menulis. Menjadi penulis yang kreatif tentu saja syaratnya tak mudah, butuh latihan yang intensif dan tekun serta tak berputus asa manakala sekali dua kali tulisan gagal menembus media. Selain itu juga ada hal-hal yang kudu diperhatikan. Simak, ya!


Sama sekali nggak boleh menyepelekan pengalaman sehari-hari.

Dalam sehari kita dibekali waktu oleh Allah SWT selama 24 jam. Dari jatah waktu itu kita bisa melakukan banyak hal dari pagi hingga malam. Nah, dalam beraktivitas tak jarang kita menemukan pengalaman-pengalaman yang bisa kita olah menjadi aneka jenis tulisan. Misalnya cerita lucu, cerita menyedihkan,  aneka tips, sampai cerpen.

Biasakan untuk mencatat.

Sebelum memulai menulis beneran, awalilah dari kebiasaan membikin catatan-catatan seperti diari. Sekadar melemaskan otot dan berlatih menemukan kata lalu merangkainya secara runut dan benar sehingga enak disimak. Lama-kelamaan dari kebiasaan mencatat ini, kamu akan piawai melontarkan gagasan atau ide-ide yang awalnya paling-paling hanya terlintas di pikiran kita.

Berani mengirimkan ke media cetak.

Setelah piawai dan terbiasa membuat naskah, entah itu cerita lucu, puisi, atau cerpen maka jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke media. Bisa tabloid, koran, majalah, atau bisa juga ke media on line yang banyak bertebaran. Buang jauh-jauh rasa minder, malu, atau rasa sungkan yang nggak jelas sumbernya. Dimuat atau tidak, nggak usah menjadi beban. Yang terpenting kita sudah berani mengirim. Dengan berani mengirim berarti kita sudah meretas jalan untuk menjadi penulis kreatif. Benar, kan?

Bekali diri dengan aneka bacaan bermutu.

Memperbanyak bahan bacaan akan membuatmu kaya dengan kata dan gaya bahasa. Setiap menuangkan gagasan, so pasti, diksinya menjadi terpilih dan tidak rancu. Selain mudah dimengerti, kalimat demi kalimatmu pun menjadi enak dibaca.

Jangan gampang berpuas diri.

Ini dia, penyakit yang kerap menghantui, yakni “virus” cepat puas dan bangga dengan hasil manis yang kita torehkan. Dalam hal menulis, biasanya kita akan merasa demikian senang begitu ada tulisan yang termuat. Saking senangnya sampai lupa untuk lekas menulis dan menelorkan karya lagi. Maka, bolehlah kita bangga jika tulisan kita bisa muncul di media, tapi sewajarnya saja. Tetaplah fokus untuk berkarya lagi agar mimpi menjadi penulis kreatif bisa kamu raih.

 

 

Top Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

ARTICLE


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Layanan Iklan POTRET

 

Polling

Bagaimana menurut anda POTRET Edisi 53?