• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Audiva Navisha, Tak Pernah Lelah Mengukir Prestasi

E-mail Print PDF

Audiva Navisha,

Tak Pernah Lelah Mengukir Prestasi

Oleh : Agus Agandi (Tim POTRET)

Audiva Navisha, remaja putri yang memiliki segudang prestasi ini senang sekali jika dipanggil Diva. Saat ini bersama teman-temannya memiliki sebuah band musik yang bernama Nurlela Fatimah.Diva adalah vokalis dalam band ini. Dengan segudang kegiatan yang ditekuninya, dari pagi hingga malam hari, Diva memiliki prinsip tidak ada istilah capek untuk menuntut ilmu dan mengembangkan kapasitas diri. Apalagi saat ini Diva sudah kelas 3- IPA1 di SMA Neg.2 Banda Aceh, tentu butuh keseriusan yang lebih giat lagi dalam belajar agar dapat memiliki prestasi yang baik.Tim POTRET pun berhasil mewawancarai Diva di sela-sela kesibukannya.

Tim POTRET [P] :Apa saja kegiatan Diva setiap hari?

Diva [D] : Sekolah seperti biasa, lalu pada malam harinya Diva mengikuti les untuk beberapa pelajaran sekolah.Kalau untuk kegiatan ekstra, biasanya Diva suka ikuti berbagai lomba, paling sering mengikuti ajang kompetisi musik atau band.Diva bersama teman-teman membentuk sebuah band, namanya sedikit unik, Nurlela Fatimah. Saat ini kami belum memiliki lagu karya sendiri, karena masih suka menyanyikan lagu-lagu milik penyanyi lain.

[P] : Apa tidak lelah dengan berbagai kegiatan yang Diva tekuni?

[D] : Sebenarnya capek juga, tapi bagi Diva saat ini alasan capek harus dinomor duakan. Karena dimasa sekarang, pendidikan semakin berkompetisi, sehingga susah untuk menjadi yang terbaik dan masuk ke perguruan tinggi. Jadi membutuhkan semangat yang ekstra untuk tetap bisa bersaing dengan mengukir prestasi terbaik dan menjadi lebih baik dari mereka. Insya Allah semangat ini akan Diva jaga sampai tua nanti.

[P] : Pengaruh orang tua terhadap Diva sendiri?

[D] : Sangat besar. Papa dan mama sangat penuh perhatian dan mendukung terhadap segala kegiatan yang Diva ikutin.Papa sendiri orangnya sangat perduli dengan apapun yang Diva ikuti, banyak bertanya dan tentunya besar sekali pengaruhnya. Kalau mama sendiri, Diva tidak akan berani mengikuti berbagai kegiatan tanpa izin dari mama, juga dari papa. Karena izin dari orang tua bagi Diva adalah doa terbaik dari mereka.

[P] : Kapan saat-saat paling menyenangkan bagi Diva bersama keluarga?

[D] : Saat makan malam. Karena saat itu Diva bisa berkumpul dengan papa dan mama, kami bisa saling banyak bertukar cerita dan pengalaman. Soalnya papa dan mama banyak tanya tentang segala proses kegiatan yang Diva ikuti.

[P] : Apa yang bisa diungkapkan tentang sekolah Diva?

[D] : Memang menurut orang dan teman-teman yang lain, masih banyak sekolah yang lebih baik dari SMA Neg.2 Banda Aceh. Tapi bagi Diva, ini sekolah yang paling membanggakan bagi Diva, karena sekolah ini dalam proses menuju yang terbaik dengan mengukir berbagai prestasi, dan Diva berada dalam proses ini. Nilai tambah sekolah ini juga terletak pada bagaimana sekolah ini bisa memfasilitasi para anak didiknya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler hingga keluar negeri, yang bisa dibilang sekolah-sekolah lainbelum mampu untuk melaksanakannya.

[P] :Apa saja prestasi yang Diva raih?

[D] : Diva lebih sering berprestasi di bidang Bahasa Inggris, seperti juara I di lomba Pidato Bahasa Inggris, juga beberapa lomba debat dalam Bahasa Inggris. Selain itu, juga juara I pada lomba Edu Reporter yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.saat Diva SMP, mengikuti studi banding ke Amerika.Tahun lalu Diva mengikuti Gebyar Aksi Kreativitas Anak Muda se Indonesia.

[P] : Dari yang Diva sebutkan tadi, paling berkesan yang mana?

[D] : Paling berkesan yang studi banding ke Amerika, tahun 2006. Saat itu Diva masih SMP, di SMP Neg.6 Lampinenung Banda Aceh. Serunya, saat itu sedang musim salju, sehingga Diva jadi pilek, tapi senang banget bisa bermain dengan salju, di Aceh kan tidak ada salju. Disana banyak sekali yang bisa Diva dapatkan, selain dari wawasan karena banyak berinteraksi dengan mereka, kita juga banyak bertukar pendapat mengenai kebudayaan. Diva juga diajak untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah nan indah. Tentunya karena sering berinteraksi dengan mereka, membuat kemampuan Diva dalam berbahasa asing menjadi lebih terasah dan semakin baik.

[P] : Ada kesulitan ketika studi banding?

[D] : Kalau dalam segi bahasa, tidak ada kesulitan yang berarti bagi Diva. Hanya pada persoalan makanan saja, karena takutnya ada makanan-makanan yang tidak halal bagi kita untuk dikonsumsi.Selain itu juga, bentuk makanan yang membuat kurang tertarik untuk Diva makan. Jadi, lebih banyak sendiri disana.

[P] : Studi banding kan saat Diva masih di SMP, kalau di SMA?

[D] : Paling berkesan waktu mengikuti Gebyar Aksi 2010 di Jakarta, Gebyar Apresiasi Karakter Siswa Indonesia. Diva bisa berkumpul dengan seluruh siswa-siswi se-Indonesia, ada yang dari Papua, Kalimantan dan propinsi lainnya. Disana Diva bersama teman-teman juga banyak bertukar wawasan mengenai kebudayaan masing-masing daerah. Alhamdulillah, perwakilan dari Aceh (9 orang termasuk Diva) meraih juara I untuk acara ini.

[P] : Guru yang paling berpengaruh untuk segala kegiatan Diva, siapa?

[D] : Semua guru yang ada di sekolah ini sebenarnya sangat memberikan pengaruh positif yang besar bagi Diva dalam mengikuti berbagai acara/program dan perlombaan. Terutama guru Bahasa Inggris, Ibu Neta, karena beliau sering memberikan dukungan dan membantu Diva untuk mengikuti berbagai lomba dalam Bahasa Inggris.Ada kebanggaan sendiri ketika kita bisa mengukir prestasi dan membuat sekolah ini menjadi lebih baik.

[P] : Sejak kecil Diva aktif di berbagai kegiatan positif. Bagaimana Diva memandang gaya hidup anak muda atau remaja dewasa ini?

[D] : Pengaruh orang tua dan lingkungan sangat besar dampaknya. Diva melihat hubungan dengan orang tua menjadi penting sekali untuk dijaga, karena tanpa doa dan nasehat positif dari orang tua maka masa depan anak-anaknya menjadi tidak baik. Selain itu, remaja juga sebenarnya harus lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena jika iman kita lemah, maka kita akan mudah goyah dan terpengaruh untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang negatif dampaknya bagi perkembangan masa depan kita.

[P] : Saat ini, banyak sekali kampanye-kampanye gerakan sosial seperti anti trafficking, anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta gerakan-gerakan sosial lainnya. Pernah ikut salah satunya?

[D] : Diva pernah ikut kegiatan Hari Anak Nasional tahun lalu. Disana Diva mengetahui banyak hal terkait dengan hak-hak anak yang harus dipenuhi. Realitanya Diva melihat banyak hak-hak anak saat ini tercabut akibat beberapa hal yang semestinya tidak terjadi. Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan pihak lain, karena anak-anak sendiri sebenarnya bisa berbuat yang terbaik untuk dirinya sendiri tanpa harus mengharapkan peranan orang yang saat ini lebih besar.

[P] : Kalau aksi kekerasan terhadap anak-anak, apa pendapat Diva?

[D] : Sebenarnya pelaku kekerasan itu memiliki masalah sendiri dengan jiwanya atau lebih tepatnya masalah ekspresi emosional. Kekerasan juga tidak hanya melalui kegiatan fisik saja berupa pemukulan atau tindakan lainnya, tapi kekerasan verbal melalui kata-kata atau pelabelan negatif juga sering kita dapatkan. Oleh karena itu, bagi pelaku kekerasan seharusnya bisa mengendalikan emosinya sebaik mungkin,bijak dalam menyikapi kenakalan atau sikap negatif anak-anaknya.

Remaja putri milik pasangan Muhammad Nur H.I (Peneliti Senior di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) dan Seriawati (Guru Sekolah Dasar) ini memiliki semangat yang bergelora untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negaranya.Sarannya kepada para pemuda-pemudi untuk selalu berpikir lebih riil, karena bangsa ini membutuhkan kesadaran para pemuda-pemudinya untuk bersikeras melakukan yang terbaik bagi bangsa ini.Kunci sukses sebuah bangsa dan negara terletak ditangan para pemuda-pemudi ini. Jangan pernah lupa kepada Allah, selalu berpikir positif untuk bisa yakin melakukan sesuatu yang menurut kita dan orang lain tidak bisa, because nothing is impossible. n

PROFIL

Nama : Audiva Navisha

Nama panggilan : Diva

Tempat, tanggal lahir : Sigli, 28 Oktober 1993

Alamat : Jln. Ie Masen No. 8 Lampineung Banda Aceh

Kelas / sekolah : XII IPA-1 / SMA Neg. 2 Banda Aceh

Hobi : Membaca, menyanyi dan mendengarkan musik

Cita-cita : Menjadi Diplomat

Ayah :Muhammad Nur H.I

Ibu :Seriawati

 

 

Top Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

ARTICLE


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Layanan Iklan POTRET

 

Polling

Bagaimana menurut anda POTRET Edisi 53?