CCDE - Center For Community Development and Education
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Indahnya Menjadi Guru

E-mail Print PDF

Indahnya Menjadi Guru

Oleh : Yusnidar, S.Pd

Pembimbing Siswa SD Islam PKPU Neuheun, Aceh Besar

Saat kelembutan, kasih sayang dan perhatian hadir di sekolah, maka suasana akan menjadi indah dan guru akan memperoleh kejutan indah setiap hari. Saat tulisan ini mulai kujuntai, rasa haru menyesak dadaku. Syukur yang tiada henti karena aku ditakdirkan menjadi seorang yang berada dilingkungan yang mendidik generasi depan. Dengan panggilan “bu guru”, setiap hari dapat melihat wajah-wajah polos yang tiada berdosa, mereka begitu bebas berlari dan bercanda, sungguh indah.

Ternyata menjadi guru itu tidak sulit. Saat semua dilakukan dengan hati yang benar-benar tulus, mengalir saja tanpa beban. Saat tangan menyentuh dengan hati, belaian dengan tulus, anak akan merasa bahwa ia dihargai, maka apapun akan dilakukan.

Suatu pengalaman, untuk saling berbagi kebahagian kecil namun sangat berarti bagi seorang guru.

”Saat anak diberi kasih sayang, diajar dengan rasa yang ia senangi, anak akan ingat jika gurunya sangat berarti. Sungguh indah dan terharu jika terkadang pada pagi hari kita disuguhi bunga dari anak didik yang akan di persembahkan untuk guru mereka. Bahkan mereka sempat larut tidur untuk menjuntai bunga yang indah untuk sang guru, jika sedang mereka pergi jauh akan ingat oleh-oleh untuk sang guru. Bahkan ada yang nekat menyisihkan keramik indah hadiah dari paman untuk guru. Sungguh indah jika dikenang, anak begitu sungguh-sungguh untuk membahagiakan sang guru. Bahkan mereka akan memberi kue kecil, dua buah rambutan untuk khusus untuk gurunya”.

Suatu hal yang aneh, namun itulah yang terjadi. Mungkin banyak guru-guru kita yang memiliki kejutan-kejutan indah dalam berperan sebagai seorang guru. Saat guru menjadi bagian dari anak, suatu tindakan yang biasa namun berefek luar biasa bagi anak seperti, senyum, belaian di kepala, menanyakan kabar untuk pagi ini, menanyakan tentang orang tua, serta merespon suatu hal yang menyenangkan bagi mereka.

Menjadi guru membutuhkan kepribadian yang majemuk, dapat tampil sesuai dengan kondisi anak, dunia anak dan sesuai perkembangan anak. Tanpa kita sadari sesungguhnya setiap perlakuan kita terhadap anak akan sangat berefek pada diri anak, apapun dan bagaimanapun perilaku kita, positifkah atau negatif, hal ini akan diserap oleh anak didik kita.

Belum terlambat untuk memberikan sentuhan lembut yang kita berikan dari hati dan cinta yang penuh kasih sayang, untuk mereka generasi masa depan kita. Tidak tertutup kemungkinan hal kecil akan menjadi suatu gejala positif yang besar bagi anak didik kita. Hari ini ini kita mendidik mereka, namun hasilnya akan berefek pada masa depan mereka. Seorang pakar pendidikan menyatakan ” siapkanlah generasi sekarang untuk 30 tahun ke depan” akan menjadi apa mereka esok hari, sedikitnya ada peranan tangan guru-guru mereka. ( persembahan untuk semua rekan guru dan teman-teman seperjuangan di SD ISLAM LAB PKPU)

 

Comments (0)
Only registered users can write comments!